Duduki DPRD Untuk Gagalkan Kenaikan Harga BBM

Sabtu, 07 April 2012

Represi yang dilakukan oleh Kepolisian Polman terhadap aksi penolakan kenaikan BBM tidak menyurutkan perjuangan. Demikian aksi tersebut telah menunjukan juga bahwa para elit politik dari partai manapun yang ada dikekuasaan sekarang tidak bisa diharapkan oleh rakyat. KONTRA meneguhkan komitmennya untuk terus melakukan perlawanan dan mengkonsolidasikan kekuatan rakyat untuk menolak kenaikan harga BBM.

Pada tanggal 29 Maret, massa dari KONTRA melakukan aksi menolak rencana kenaikan harga BBM. Aksi dimulai didepan kampus I UNASMAN pada jam 09:30 untuk kemudian bergerak menuju kampus II UNASMAN. Ketika tiba di kampus II UNASMAN massa melakukan sweeping untuk mengajak mahasiswa yang masih berada dalam kampus. Ruang-ruang kuliah dimasuki dan memaksa kuliah dihentikan.

Aksi kemudian dilanjutkan menuju lampu merah Perempatan Mamuju, Majene, Pinrang. Sekitar pukul 11:00 aksi dilakukan di depan kantor Partai Golkar. Sasaran aksi berikutnya adalah DPRD. Massa kemudian membakar satu buah ban mobil dibakar. Terlihat dua kompi polisi dan mobilnya ditambah mobil brimob dan beberapa motor trail. Namun polisi sepertinya jera melakukan tindakan represi seperti diaksi sebelumnya. Oleh karena itu massa aksi dapat masuk ke ruang rapat DPRD tanpa terjadi gesekan. Disitu hanya terdapat tiga orang anggota DPRD sementara itu hanya satu orang yang menyatakan dukungan terhadap perjuangan menolak kenaikan harga BBM dari 40 anggota DPRD yang ada. Mulai pukul 13:00 DPRD diduduki dengan simbolisasi pemasangan spanduk yang bertuliskan “Posko Penolakan Kenaikan Harga BBM” didepan pagar kantor DPRD.(Badar)

Mengutuk keras tindakan aparat penjaga modal! Bebaskan kawan-kawan kami yang ditahan!

Jumat, 06 April 2012

- Resista Yogyakarta,
- Front Mahasiswa Demokratik (FMD) Makassar,
- Sentra Gerakan Progresif (SERGAP) Polewali Mandar,
- Gerakan Perjuangan Mahasiswa Majene (GPMM) Majene,
- Barisan Pemuda Progresif (BPP) Mataram,
 - Barisan Pemuda dan Mahasiswa Progresif (BPMP) Sumbawa.
- Konsentrasi Mahasiswa Progresif (Koma Progresif) Samarinda,
 
Salam Juang!
 
Rezim neolib dalam menjaga modal dan segenap aparatus keamanannya kembali memperjelas watak aslinya yang sangat anti terhadap rakyat, anti demokrasi dan dengan cara apaun akan ditempuh untuk meredam aksi massa rakyat yang melawan kebijakan yang tidak pro terhadap rakyat seperti rencana pemerintah menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM).
 
Demonstrasi yang meletus dibeberapa daerah bulan maret kemarin seperti Jakarta, Medan, Makassar, Ambon, Yogja, Polman dan daerah lainnya diberbagai Nusantara ternyata mendapatkan respon keji dari aparat keamanan penjaga modal saat ini. Pada hari sabtu 31 maret 2012 di samarinda (kalimantan timur) massa aksi yang tergabung dalam Gerakan Rakyat Kaltim Bersatu (GRKB) rencananya memblokade jembatan mahakam disamarinda sebagai respon penolakan atas rencana kenaikan harga BBM yang berujung pada penangkapan paksa 5 orang massa aksi: Nalendro Priambodo (Komaprogresif), Yakub A (PPBI Kaltim), Natalis Wada (GMNI Samarinda), Hendrik (PMII Samarinda), Aras(Hukum Untang Samarinda), dan sampai saat ini mereka masih di tahan di Mapoltabes Samarinda.
 
Seperti yang dikabarkan beberapa kawan Samarinda dan juga media Ketika massa aksi yang tergabung dalam GRKB pada pukul 15:00 melakukan aksi konvoi menuju kampus Polliteknik Negri Samarinda pada jam yang sama sampai di bundaran Lembuswana barisan di blokade barisan TNI/POLRI di sertai dengan perlengkapan mobil Watercanon dan pasukan anti huru hara, kemudian melakukan sweaping dan melucuti bendera-bendera organisasi kawan2, Barisan massa di geledah dan terjadi perdebatan antara koordinator aksi (Michael). Tanpa sebab-musabab aparat kepolisian menangkap massa aksi yaitu Yakub, Natalis, Nalendro, Hendrik, dari barisan aksi dan kemudian membubarkan paksa barisan aksi. Yang akhirnya massa aksi menarik diri ke Gedung Student Center Universitas Muluarman.
 
Sesampainya dikampus massa aksi melakukan konsolidasi untuk meyikapi penangkapan 5 orang kawan yang tertangkap oleh aparat tetapi disambut dengan pembubaran paksa aksi Massa ketika massa melakukan aksi mimbar bebas di depan Gerbang UNMUL kemudian dikepung oleh aparat dengan persenjataan yang lengkap Sekitar Pukul 20.00 Wib. pasukan anti huru-hara berikut TNI/POLRI dan BRIMOB dari arah Perempatan Lembuswara menyerang massa dengan tembakan gas air mata, peluru karet dan Watercanon. Massa mundur dan melakukan perlawanan dengan melempari petugas dengan batu, sebaliknya mereka menyerang mahasiswa hingga kampus. Dan sampai saat ini massa aksi mahasiswa samarinda yang tergabung dalam GRKB(Gerakan Rakyat Kaltim Bersatu) belum dapat dibebaskan.
 
Berdasarkan uraian tersebut diatas dan keyakinan kami pada perjuangan massa sebagai perjuangan yang mampu membebaskan seluruh rakyat dari ketertindasan, maka kami dari Jaringan Gerakan Mahasiswa Kerakyatan (JGMK) menyerukan kepada seluruh elemen-elemen gerakan Pro-demokrasi untuk mendukung dan membangun solidaritas terhadap beberapa kawan di samarinda (KALTIM) yang sampai hari masih di tahan poltabes samarinda. 
 
 
Bersama dengan ini kami menyatakan sikap:
  1. Bebaskan kawan-kawan kami yang sedang ditahan oleh poltabes samarinda: Nalendro Priambodo(sekjen JGMK/Komaprogresif), Yakub A(PPBI Kaltim), Natalis Wada(GMNI Samarinda), Hendrik (PMII Samarinda), Aras(Hukum Untang Samarinda)
  2. Hentikan represipitas aparat keamanan di dalam dan diluar kampus terhadap massa demonstran yang menyuarakan aspirasi rakyat
  3. Untuk terus berjuang dan membangun perlawanan yang massif terhadap rezim neolib SBY-B dan segenap aparatus negara (TNI, POLRI) yang anti rakyat dan anti DEMOKRASI
  4. Menyerukan seluruh elemen-elemen gerakan Pro-demokrasi untuk mendukung dan membangun solidaritas terhadap kawan di samarinda (KALTIM) yang sampai hari masih di tahan poltabes samarinda.
 
Hanya dengan kekuatan dan persatuan gerakan Rakyat maka sistem yang diciptakan oleh Kapitalisme beserta kaki tangannya dapat dihancurkan dengan terus berjuang hingga kekuasaan berada ditangan Rakyat itu sendiri.

elajar, Berorganisasi, dan Berjuang!
 
 
Jaringan Gerakan Mahasiswa Kerakyatan
Yogyakarta, 1 April 2012
 
 
Ketua Badan Pekerja Nasional JGMK
 
Daniel Pay Halim
 
 
Email: mahasiswakerakyatanj@yahoo.com
CP: +62 857 2925 2134, +62 852 5080 0567


KRONOLOGI AKSI PENOLAKAN KENAIKAN BBM

GERAKAN RAKYAT KALIMANTAN TIMUR BERSATU
(BEM UNIVERSITAS MULAWARMAN, BEM FISIP UNMUL, PEREMPUAN MAHARDIKA, GMNI, KAMMI, BEM POLNES, BEM TEKNIK UNMUL, BEM FEKON UNMUL, PEMBEBASAN, BEM HUKUM WIDYAGAMA BEM FEKON WIDYAGAMA, PPRM, KOMA PROGRESIF, PMKRI, HIMAKSI, BEM HUKUM UNMUL, HMJ SOS, FGMMKT, LEPAS FISIP UNMUL, BEM FAPERTA UNMUL KPO PRP, GMKI, HMI, PMII, JARI KALTIM, PPKL, SBMI, UNIVERSITAS 17 AGUSTUS, PPBI, PPR, HIMANEGA, Dll)

Jumat, 30 Maret 2012

Pukul 12.00: Massa aksi yang tergabung dalam Gerakan Rakyat Kalimantan timur Bersatu berkumpul di Sekretariat BEM FISIP UNIVERSITAS MULAWARMAN

Pukul 13.00: Massa aksi bergerak menuju di kantor gubernur

Pukul 13.20: Dalam perjalanan (Longmarc) tiba di perempatan jalan M. Yamin de depanmall Lembuswana, tiba- tiba aparat kepolisian berkumpul bersama dengan pasukan brimob.

Pukul 13.30: Massa aksi berhenti di perapatan Jln. M. YAMIN sambil berorasi secara bergantian.

Pukul 15.30: Massa aksi bergerak menuju kantor RRI (RADIO REPUBLIK INDONESIA) untuk konfrensi pers.

Pukul 16.00: Massa aksi melanjutkan perjalanan menuju kantor Gubernur.

Pukul 16.30: Massa aksi tiba di perampatan Mall Lembuswana, tiba- tiba Orang tak di kenal membakar pos polisi di perampatan mall lembuswana.

Pukul 17.00: Massa aksi mundur menuju kampus Universitas Mulawarman.

Pukul. 1 8.30: Massa aksi membubarkan diri.

Selebaran Sekretariat Bersama Buruh Jabotabek

(KASBI, FPBJ, SBTPI, PPBI, GSBI, FSPOI, SBMI, SBIJ, SPTBG, GESBURI, SPKAJ, AJI, SMI, FMN, PPI, PPR, KPO-PRP)


KORDINASIKAN PERJUANGAN ANDA BERSAMA SEKBER BURUH:
Jakarta (087878725873, 02191940041, 08561612485, 085281922000); Tangerang: (08567434660, 085210444279); Bekasi: (085710372721, 085697334735, 085813310479)



Bagaimana BBM Dikelola Oleh Negara dan Para Pemilik Modal?
  • Dalam memproduksi minyak mentah, Indonesia sangat didominasi oleh perusahaan-perusahaan tambang migas milik asing (imperialis), yaitu 85% dari sekitar 910.000 barel per hari. Selebihnya, yakni 15%, diproduksi oleh Pertamina yang merupakan perusahaan milik negara (BUMN). Artinya, produksi minyak mentah di Indonesia sangat bergantung pada produksi minyak dari perusahaan-perusahaan migas asing. Dalam dominasi penguasaan tambang asing tersebut, tentu saja keuntungan yang didapat (pemerintah) Indonesia dari setiap minyak yang keluar dari bumi Indonesia sangatlah kecil yaitu berkisar 10 sampai 25% dari total keuntungan yang dihasilkan.
  • Penguasaan atas produksi minyak diatas kemudian sangat menyebabkan harga minyak mentah dikontrol oleh pasar internasional yang didominasi oleh para Imperialis. Ada contoh negara-negara yang tidak bergantung pada harga internasional karena mampu mengontrol produksi minyak mentah sekaligus pengolahannya, yaitu Venezuela yang menjual BBM didalam negeri sebesar 585 rupiah per liter, Iran 1.287 rupiah per liter ataupun Nigeria sebesar 1.170 rupiah per liternya.   
Apakah Harga BBM Harus Naik?
  • Pemerintah selalu mengatakan bahwa kenaikan harga minyak Internasional telah menyebabkan jumlah subsidi BBM dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) membengkak sehingga negara dapat defisit (rugi). Padahal, kalaupun harga minyak internasional naik dari perkiraan dalam APBN (sehingga menghasilkan selisih yang dikatakan pemerintah sebesar 178 triliun), masih banyak pos anggaran yang seharusnya dipangkas, terutama adalah anggaran pembayaran hutang luar negeri (kepada para Imperialis penghisap) yang mencapai 250 triliun. Apalagi jika pemasukan dalam sector migas dapat diperbesar dengan melakukan NASIONALISASI terhadap tambang-tambang milik Imperialis, pasti anggaran negara akan lebih dari cukup dan pemerintah tidak harus lagi mengikuti harga internasional. Sehingga negara pun akan memiliki kemampuan untuk mensejahterakan rakyat. Tapi apakah pemerintah mau dan mampu melakukan itu? Kenyataannya justru pemerintah lebih sering memilih untuk mengorbankan rakyat demi mendapatkan penghormatan dan pinjaman hutang lagi dari para Imperialis.
  • Pemerintah juga selalu mengatakan bahwa subsidi BBM lebih dinikmati oleh orang kaya, sehingga tidak membantu orang miskin. Ini jelas alasan yang sangat membodohkan. Data BPS 2011 justru menunjukkan bahwa 60-80% BBM bersubsidi (seperti premium) dikonsumsi secara langsung oleh rakyat pekerja dan miskin yang kehidupan ekonominya sangat bergantung pada kendaraan roda dua (motor) yang juga belum lunas dibayar.
  • Logika yang juga selalu diusung pemerintah adalah meningkatnya penyelundupan yang disebabkan adanya selisih antara harga BBM internasional dengan harga BBM dalam negeri. Ini alasan paling konyol. Yang perlu dicambuk lebih keras justru adalah aparat penegak hukum untuk mencegah terjadinya penyelundupan, bukan membebankannya kepada rakyat. Lalu bagaimana pemerintah menjelaskan negara-negara seperti Venezuela atau Iran yang harga BBM nya murah tapi penyelundupannya juga minim?
Harga BBM Naik: Siapa yang Untung, Siapa yang Rugi?
  • Para Imperialis jelas sangat diuntungkan dengan kenaikan harga ini, karena mereka akan lebih mudah lagi menjarah SDA dan menjajah SDM Indonesia, termasuk mengontrol harga minyak internasional. Mereka tinggal duduk tenang dirumah-rumah mewah mereka sambil menghitung keuntungan yang mereka rampas dari tanah air negeri-negeri penghasil minyak mentah seperti Indonesia.
  • Pemilik-pemilik modal lain di dalam negeri pun mendapat keuntungan. Untuk mengatasi penambahan biaya produksi dari kenaikan harga BBM, mereka jelas tidak mau rugi dan tinggal menaikkan harga barang/jasa yang mereka produksi. Sekarang saja sebelum BBM naik, harga-harga telah merangkak naik tak terkendali. Pengusaha transportasi juga telah merencanakan kenaikan tarif angkutan sebesar 20-40%.
  • Pemerintah dan elite-elite politik DPR juga jelas mendapatkan keuntungan atas kenaikan harga BBM. Pendapatan hasil dari kenaikan harga BBM dikurangi sogokan (berupa BLT) masih menyisakan uang triliunan yang siap mereka bagi-bagi demi kestabilan kekuasaan politik mereka sampai pemilu 2014, dimana mereka akan kembali menipu rakyat dengan janji manis. Elite polisi dan tentara juga mendapatkan “jatah tambahan” dari pengamanan perlawanan rakyat yang sedang berkobar dimana-mana.
  • Produsen / pemilik modal kecil yang produksinya sangat bergantung pada BBM dan listrik akan terancam bangkrut karena kalah bersaing dengan pemilik modal besar.
  • Buruh jelas sangat dirugikan. Setelah baru saja berhasil sedikit menaikkan upah tahun ini, kemenangan itu kembali direbut lewat pengeluaran hidup yang akan semakin mahal. Pemodal tentu tidak mau tahu akan hal tersebut, dan malah akan memakai momentum ini untuk mengefisienkan biaya produksi (berbentuk PHK) dengan alasan bangkrut.
  • Petani dan Nelayan kecil juga jelas dirugikan. Biaya produksi mereka akan meningkat (khususnya nelayan yang membutuhkan solar), namun harga jual hasil tanam dan tangkapan mereka tidak meningkat senilai kenaikan biaya produkisi, karena harga tetap dikendalikan oleh pedagang besar.

  • Dan rakyat secara keseluruhan, baik itu pedagang kecil, pelajar/mahasiswa, ibu rumah tangga, supir, pengangguran, dan sebagainya, pasti akan semakin terjerat dalam hutang dan kemiskinan. Kenaikan harga-harga barang/jasa akan mempersulit biaya mempertahankan nyawa dan martabat sebagai manusia. Setiap orang akan lebih sering mengalami depresi dan setiap rumah tangga akan lebih sering bertengkar.
Bagaimana Menggagalkan Kenaikan Harga BBM?
  • Pertama sekali, ajaklah teman, kerabat, keluarga, tetangga untuk mendiskusikan kenaikan harga BBM ini. Cari sebab-sebab dan dampak-dampaknya secara mendalam.
  • Bentuklah komite-komite rakyat berdasarkan lingkungan kerja/aktivitas ataupun tempat tinggal anda yang bersepakat menolak kenaikan harga BBM. Buatlah poster, spanduk atau coretan-coretan di lingkungan anda untuk menunjukkan sikap anda. Jika memiliki waktu, hadir dan terlibatlah dalam aksi-aksi perlawanan rakyat yang setiap harinya sudah menyebar dimana-mana. Nyatakan sikap anda disana.
  • Jika anda bersepakat untuk menggagalkan kenaikan harga BBM, PERSIAPKANLAH WAKTU & DIRI ANDA untuk bergabung dalam aksi-aksi yang lebih besar. Aksi-aksi tersebut haruslah merupakan aksi-aksi yang menunjukkan tekad dan keseriusan kita, yaitu PEMOGOKAN di tempat/kawasan kerja, PEMBLOKIRAN tempat-tempat vital (tol, pelabuhan, terminal, dll), dan PENDUDUKAN pusat-pusat kekuasaan pemerintahan.
  • Gabungkan diri anda atau komite/kelompok anda bersama aksi-aksi kami (SEKBER BURUH) yang akan dimulai dari tanggal 26 sampai 31 Maret di Jakarta, Bekasi, dan Tangerang.

PERSIAPKAN PEMOGOKAN NASIONAL 30 MARET 2012 dan
PENDUDUKAN ISTANA NEGARA 31 MARET 2012
sampai pemerintah membatalkan kenaikan harga BBM !!

Blokir Bandara Polonia, Tuntut Naikan Upah Buruh Bukan Harga BBM

Ada sebuah lagu perjuangan yang biasanya kita nyanyikan ketika kita melakukan aksi, sepenggal lirik dari lagu tersebut adalah “Buruh, tani, mahasiswa, kaum miskin kota bersatu padu rebut demokrasi, gegap gempita dalam satu suara, demi tugas suci yang mulia”. Lagu tersebut menjadi kenyataan atau fakta ketika semua sektor rakyat yang terdiri dari buruh, tani, mahasiswa, kaum miskin kota bersama sama berjuang dalam KONGRES RAKYAT SUMATERA UTARA (KRSU) dan merapatkan barisan turun ke jalan dan melakukan aksi pada hari Senin Tanggal 26 Maret 2012.

KONGRES RAKYAT SUMATERA UTARA (KRSU) beranggotakan KPO PRP Medan, Serikat Pekerja Carefour Indonesia (SPCI), Serikat Karyawan (SEKAR) Wilmar, SBMI SUMUT, SBSI 92, FRB, SBSU, SPN, FSPMI, SPM, PPRM SUMUT, FORMAS, KESPER, IKOHI SUMUT, BITRA, TEPLOK, KONTRAS SUMUT, PARI, LMI, PEREMPUAN MAHARDHIKA, BAKUMSU, SAKTI, ES, LBH MEDAN, LAPK, PKNI, REPDEM, FMN, L KESRA, SMI, KDAS, KKP HAM’65, WALHI SUMUT, PMKRI, FORMADAS, GMKI MEDAN, PPI, KDN, GEMAPRODEM, PUSAKA, KOMENTAR, FAMUD, GMMS, STIKP, SENAT GRAHA KIRANA, FP’98, HPPLKN, KT 71-79, KORDA GMNI, KLIKA, HMI CAB. MEDAN, PEMBEBASAN, FDM, KDCC, GRM SUMUT, PBHI, LBH TRISILA, YLL, SPD, PI, KOMI, SATMA TMP, JAMSU, YPKP 65, GARDA PEMUDA, PIJAR KEADILAN, GMNI UNIKA, LBH MEDAN, LBH MADANI, LBH MARANATHA, ADVOKAT PUBLIK, FITRA, SPI, PAHAM, PK PL PP KAMPUS MEDAN, ISMPI, GMNI CAB.MEDAN, GEMPITA SUMUT, ICMI, PEMA FISIP USU, IPM SUMUT, KOMUNITAS BETOR, FAMM, GNR, ELSAKA SUMUT, SRMI SUMUT, KTNBKBST DELI SERDANG, KORWIL GMKI SUMUT, RODA API, BKRM DELI SERDANG, GARDA SUMUT, PERINTIS, AMPP, JBMI, BARMAS UMSU mengambil grand Issue “TOLAK KENAIKAN HARGA BBM”, dan isu turunan “Naikkan Upah Buruh, Laksanakan Reforma Agraria Sejati, Berikan Pendidikan, Kesehatan & Lapangan Pekerjaan bagi Rakyat”.

Aksi penolakan kenaikan BBM Kongres Rakyat Sumatera Utara (KRSU) dimulai pada pukul 10.00 WIB dengan mengambil titik kumpul di lapangan Merdeka Medan, dari lapangan merdeka medan massa aksi bergerak (long march) menuju Bandara Internasional Polonia Medan yang merupakan pusat aksi dan massa aksi berhasil melakukan pendudukan dan menutup akses keluar-masuk bandara internasional Polonia Medan. Sesampai di bandara internasional Polonia Medan puluhan ribu massa aksi “disambut” oleh aparat kepolisian dan TNI yang telah berjaga jaga disana. Massa aksi mendesak agar pihak bandara segera memberhentikan sementara penerbangan, dan meminta agar Kapoldasu dan Plt. Gubernur Sumut hadir menjumpai massa aksi. Kapoldasu memenuhi permintaan massa aksi dan bersedia menjumpai massa aksi serta mendengar aspirasi yang di sampaikan massa aksi. Akan tetapi begitu kapoldasu selesai menjumpai massa aksi tiba tiba terlihat dan terdengar suara take off pesawat sampai dua kali yang tentu saja membuat massa aksi marah karena sudah diperingati sebelumnya agar pihak bandara menghentikan penerbangan untuk sementara. Massa aksi yang marah karena merasa dipermainkan mencoba masuk ke areal pintu masuk penerbangan internasional akan tetapi dihadang oleh aparat kepolisian yang telah berjaga jaga disana, kemudian massa aksi melempari aparat dengan batu dan kayu serta merusak pagar disekitar pintu masuk penerbangan internasional dan aparat dengan arogannya menembaki massa aksi dan mengakibatkan massa aksi terluka tetapi hanya 2 (dua) orang yang bersedia dirawat di salah satu rumah sakit di medan sedangkan yang lainnya di rawat di rumah masing masing. (Namun, yang sangat mengherankan Kapoldasu justru membantah kalau massa aksi yang terluka tersebut terkena tembakan aparat dan membuat keterangan nya di media bahwa tidak ada penembakan karena tidak aparat yang membawa senjata tetapi korban yang luka terkena lemparan batu kawan nya sendiri, padahal berdasarkan rekaman lensa kawan kawan media ada merekam bagaimana aparat membawa ada senjata dan sejajuh ini Tim advokasi Kongres Rakyat Sumut tetap melakukan upaya upaya untuk membuktikan bahwa massa aksi yang menjadi korban luka adalah dikarenakan tembakan).

Setelah keadaan tenang dan kemarahan massa aksi dapat diredam Plt. Gubernur Sumut bersedia menjumpai massa aksi dan menerima aspirasi massa aksi dan Plt. Gubernur Sumut berjanji akan mengirimkan surat ke pemerintah pusat dengan melampirkan selebaran/statement/pernyataan sikap KONGRES RAKYAT SUMATERA UTARA (KRSU), kemudian massa aksi kembali longmarch ke lapangan merdeka Medan dan dari sana massaa aksi membubarkan diri.

Pada hari Sabtu tanggal 31 Maret 2012 KONGRES RAKYAT SUMUT (KRSU) kembali melakukan aksi kedua menolak kenaikan harga BBM yang walaupun sebelumnya dalam rapat paripurna DPR Memutuskan bahwa kenaikan BBM ditunda, BBM tidak jadi naik pada tanggal 01 April 2012 tetapi KONGRES RAKYAT SUMUT (KRSU) tetap melakukan aksi dengan seruan kepada rakyat untuk tetap menolak kenaikan BBM karena BBM sewaktu waktu bisa saja sewaktu waktu naik tergantung kebijakan pemerintah pusat (eksekutif). Aksi yang dimulai dengan longmarch dari lapangan merdeka Medan menuju bundaran Majestik/SIB Medan dan tujuan aksi kedua ini adalah untuk mengkampanyekan kepada rakyat Indonesia khususnya kota Medan agar tidak terlena dengan penundaan kenaikan BBM tetapi supaya tetap mengambil tindakan untuk lawan kenaikan BBM kepan pun itu. KONGRES RAKYAT SUMUT (KRSU) masih akan terus melakukan konsolidasi konsolidasi tekait Rencana Tindak Lanjut (RTL) ke depan.

Bahwa, Undang Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 pada pasal 33 ayat (3) nya berbunyi “BUMI DAN AIR DAN KEKAYAAN ALAM YANG TERKANDUNG DI DALAMNYA DIKUASAI OLEH NEGARA DAN DIPERGUNAKAN UNTUK SEBESAR-BESARNYA KEMAKMURAN RAKYAT”. Tetapi yang menjadi pertanyaan benarkah apa yang tertuang dalam dasar negara tersebut sudah dinikmati oleh rakyat?, jika kita melihat kondisi yang terjadi saat ini apa yang di amanatkan oleh dasar negara pada pasal 33 ayat (3) tersebut ibarat “panggang jauh dari api”, yang mana salah satu kekayaan alam kita adalah minyak atau bbm tetapi justru pemerintah akan menaikkan harga bbm yang tentu saja mengakibatkan tidak akan ada lagi kemakmuran bagi rakyat, tetapi rakyat akan ditindas dan semakin menderita karena harga harga bahan pokok akan melambung tinggi, uang sekolah/kuliah akan meningkat, pengeluaran buruh, tani, dan sektor rakyat lainnya akan semakin besar. Bumi dan air dan kekayaan alam yang terkadung di negeri ini memang dikuasi oleh negara tetapi dipergunakan untuk SEBESAR BESARNYA bagi KEMAKMURAN PEMERINTAH dan KAUM PEMILIK MODAL. Maka dari itu, sudah saat nya rakyat bergerak, sudah saatnya rakyat berkuasa atas bumi, air, dan kekayaaan alam yang terkandung di negeri ini untuk kemakmuran rakyat sendiri, untuk rakyat berkuasa mari seluruh rakyat Indonesia kita bersatu bangun partai rakyat; PARTAI KELAS PEKERJA.(Leli)

Gagalkan Kenaikan Harga BBM: Buruh dan Mahasiswa Jogja Mengepung Gedung Agung

Kebijakan menaikan harga BBM yang dilakukan oleh Rejim SBY-Boediono jelas akan menyengsarakan rakyat Indonesia. Kenaikan harga BBM pasti akan mengakibatkan kenaikan harga untuk sembako dan harga-harga barang lainnya. Ditengah hampir 130 juta rakyat Indonesia hidup dengan penghasilan dibawah Rp 540.000,- perbulan kebijakan tersebut tentu akan semakin memiskinkan rakyat. Sejatinya kenaikan harga BBM justru akan menguntungkan para pemilik modal asing serta dalam negeri yang menguasai sumber daya minyak bumi dan gas Indonesia. 
 
Untuk menggagalkan rencana Rejim SBY-Boediono menaikan harga BBM tentunya dibutuhkan kekuatan perlawanan dari seluruh elemen rakyat. Untuk itu maka dibutuhkan konsolidasi dari seluruh rakyat Indonesia. Perlawanan untuk mengagalkan kenaikan harga BBM massif dilakukan di semua daerah di Indonesia. Bukan hanya mahasiswa tetapi seluruh rakyat termasuk buruh, petani, supir bis, ibu-ibu rumah tangga, pelajar, dan elemen rakyat lainnya turun ke jalan menolak kenaikan harga BBM.

Di Jogjakarta, perlawanan terhadap rencana kenikan harga BBM juga terjadi. Hampir setiap hari, aksi-aksi perlawanan terhadap kebijakan rezim Neolib yang mau menaikkan harga BBM dilakukan oleh rakyat. KPO PRP bersama organisasi gerakan lainnya membangun sebuah aliansi multi sektoral, yaitu Aliansi Rakyat Menggugat. 
 
Paska aksi bentrokan dengan aparat kepolisian tanggal 19 Maret 2012 di Depan kampus UIN Sunan Kalijaga, Aliansi Rakyat Menggugat mengadakan pertemuan besar dan lebih luas untuk mencoba merangkul elemen lain yang menolak kenaikan harga BBM. Di pertemuan tersebut juga dirumuskan program untuk melakukan aksi besar-besaran dengan metode-taktik radikalisasi rakyat. Konsolidasi memutuskan untuk melakukan aktifitas yang lebih membasis dengan targetan terjadi radikalisasi di tingkatan rakyat. Alat untuk meradikalisasi dan mengkonsolidasikan kekuatan tersebut adalah Posko-posko Rakyat. Posko tersebut akan berfungsi sebagai pusat aktivitas rakyat dalam menyikapi kenaikan harga BBM termasuk juga persoalan-persoalan lainnya yang dihadapi oleh rakyat. Aktifitas posko antara lain; bagi-bagi selebaran termasuk melakukan survey respon masyarakat terhadap rancana kenaikan harga BBM, diskusi, pentas seni, dan lainnya. Posko-posko yang dibangun berpusat pada kampung-kampung dan kampus serta posko utama sebagai sentral komunikasi dan koordinasi.

Pendirian posko mulai didirikan pada tanggal 26 Maret 2012. Secara serentak, pendirian dan aktifitas posko di realisasikan pada tanggal ini. Di posko utama yang bertempat di depan kampus UIN Sunan Kalijaga, lounching dilakukan dengan aksi mimbar bebas di depan posko. Sekitar 30an massa aksi memblokir jalan Solo dan melakukan orasi secara bergantian.

Paska pendirian posko, aktifitas mulai berjalan. KPO PRP, RESISTA dan KASBI mulai membagi selebaran dan angket di basis-basis seperti di Mall Ambarukmo Plaza, Plant Jaya Readymix, Pioneer, Karya Beton, Holcim, SC Enterprises dan pabrik sekitarnya, kampus UAJY, obyek wisata Alun-Alun Kidul serta berbagai kampung dan pabrik. Selebaran berisis seruan untuk menggalkan kenaikan harga BBM dan ajakn untuk menduduki serta mengepug Gedung Agung. Tema besar selebaran: “Harga BBM Naik, Rakyat Sengsara. Ayo Rakyat Bersatu, Bersama-sama Gagalkan Kenaikan Harga BBM.

Selain bagi-bagi selebaran, aktifitas kampanye yang dilakukan oleh kawan-kawan yang tergabung dalam Aliansi Rakyat Menggugat adalah memasang spanduk-spanduk di perempatan jalan. Isinya adalah ajakan untuk bersatu menggagalkan kenaikan harga BBM serta menduduki Gedung Agung pada tanggal 31 Maret.
Aktifitas kampanye dan konsolidasi juga dilakukan dengan panggung rakyat. Pada tanggal 29, Aliansi Rakyat Mengugat membuat acara panggung seni di posko. Pangung rakyat tidak hanya menampilkan pementasan musik dan seni tetapi juga sebagai ruang politik. setiap organisasi dan individu diberikan ruang untuk berorasi dan menyuarakan pendapatnya berkaitan dengan rencana kanaikan harga BBM.

Situasi politik nasional yang sangat dinamis dimana terjadi perubahan suhu politik dengan cepat memaksa kawan-kawan di ARM harus bertindak dengan cepat juga. Tindakan cepat harus disertai dengan metode yang tepat. Sidang paripurna untuk membahas kenaikan harga BBM dilaksanakan tanggal 29 Maret dan diundur lagi tanggal 30. Tanggal 30 Maret puluhan ribu rakyat rakyat di seluruh Indonesia turun ke jalan melakukan perlawanan menolak kenaikan harga BBM. Sidang paripurna di jadikan momentum politik untuk melakukan aksi besar-besaran. Di Jakarta, ribuan massa rakyat menggepung gedung DPR untuk melakukan pressure politik terhdap anggota dewan yang sedang bersidang membahas APBN-P dimana di dalamnya terdapat point pengurangan subsidi BBM. 
 
Di Jogjakarta, sidang paripurna juga direspon dengan aksi massa. Momentum politik ini juga dijadikan ruang bagi Aliansi Rakyat Menggugat untuk melakukan respon politik. Tanggal 30 Maret, organisasi-organisasi di ARM melakukan konvoi dan bagi-bagi selebaran di titik kumpul massa. Konvoi berakhir di depan Gedung Agung dan ditutup dengan aksi mimbar bebas. Malam hari, menjelang keputusan rapat sidang paripurna Aliansi Rakyat Menggugat melakukan aksi mimbar bebas di titik nol (perempatan jalan Malioboro). Sambil orasi bergantian dan teriakan yel-yel: “Rakyat Bersatu Gagalkan Kenaikan Harga BBM”, aksi dilakukan sampai tengah malam. Berbeda dengan aksi massa di daerah-daerah lainnya yang mendapat represifitas dari aparat, aki-aksi di Jogja cenderung lancar. Aparat kepolisian terkesan baik dan membiarkan aksi-aksi massa meskipun aksi dilakukan dengan cara blokir jalan sampai malam, bakar ban, konvoi dan sebagainya.

Puncak aksi besar-besaran Aliansi Rakyat Menggugat dilaksanakan tanggal 31 Maret 2012. Sesuai dengan rencana awal, aksi akan dikonsentrasikan di Depan Gedung Agung (Istana Negara). Titik berangkat aksi massa dimulai dari Parkir Abubakar Ali, Malioboro. Sambil membawa poster, spanduk dan teriakan yel-yel serta lagu-lagu perjuangan, massa aksi bergerak menuju gedung Agung. Di depan Gedung Agung, massa ARM melebur dan bersatu dengan massa aksi lainnya seperti Aliansi Mahasiswa Mengugat, GMNI, BEM/Senat UAD, UST dan sebagainya. Ratusan orang kemudian menduduki Gedung Agung dan melakukan orasi-orasi, teaterikal serta pembakaran replika Babi sebagai symbol elit politik. Dalam orasi politiknya, perwakilan KPO PRP, Suharsih, mengatakan bahwa “Di daerah-daerah lainnya, kawan-kawan kita dipukul ditembak dan ditangkap oleh aparat kepolisian. Namun, di Jogja pihak kepolisian sengaja memasang Polwan untuk menghadapi massa aksi agar terlihat baik. Polwan di gunakan untuk menghadapai massa aksi karena menurut Kapolda, polwan merupakan manusia yang lemah. Ini jelas-jelas menginjak-nginjak martabat seorang perempuan dan hanya mengganggap perempuan sebagai penghibur. Kaum perempuan seharusnya melawan apabila ada orang yang merendahkan martabatnnya termasuk jika harga BBM dinaikan. Kaum perempuan mempunyai kepentingan untuk menolak kenaikan harga BBM karena perempuan lah yang selama ini bersentuhan langsung dengan ekonomi rumah tangga. Sudah saatnya kaum perempuan dan seluruh rakyat bersatu mengagalkan kenaikan harga BBM karena hanya dengan persatuan seluruh rakyat harga BBM bisa digagalkan. Dan rakyat harus membangun kekuatan politik dengan organisasi politik yang maju karena partai politik sekarang tidak pernah berpihak pada rakyat” (Rewako)

KRONOLOGIS AKSI ALIANSI RAKYAT MENGGUGAT

Rabu, 28 Maret 2012

19 Maret 2012 di kampus UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Massa aksi berkumpul pada pukul 08.30.  kemudian pada pukul 10.00 massa aksi mulai start dari kampus UIN Sunan Kalijaga Menuju pertigaan UIN (jalan solo). Masa aksi  menduduki pertigaan UIN sampai pukul  12.00. kemudian pkl.12.00 massa aksi membakar ban di 3 titik pendudukan dan membakar replica babi. Kemudian massa aksi langsung dihadang oleh polisi yang berniat mematikan api yang dibakar massa. Pada titik ini  terjadi saling dorong antara polisi dan massa aksi. 12.15 polisi menyemprotkan water canon kearah replica babi, dan kemudian menyemprotkan water canon ke arah massa aksi. Massa aksi langsung melakukan perlawanan dengan melempar batu kearah aparat. Massa aksi kemudian mundur dan masuk  didalam kampus UIN Sunan Kalijaga dan terus didorong mundur oleh mobil water canon, gas air mata dan barisan polisi yang lengkap dengan peralatan represif
Pada pukul 13.00 massa aksi kembali melakukan perlawanan terhadap tindakan represifitas  aparat dengan maju secara bertahap kembali ke pertigaan UIN. Pada perlawanan ini massa aksi diintruksikan oleh korlap agar menahan diri untuk tidak melakukan tindakan anarkis. saat masa aksi maju secara bertahap dan kemudian mendekati titik pertigaan UIN, massa aksi dihadang oleh aparat kepolisian. Pada saat massa aksi dan aparat saling berhadapan, aparat kepolisian mendorong massa aksi  dan terjadi bentrok. Dalam posisi ini kawan yayan langsung ditangkap oleh polisi. Kemudian massa aksi dilempar batu oleh polisi, dan  disemprot dengan Water Canon. Kurang lebih 1 menit aparat kepolisian menembakkan gas air mata berkali-kali kearah massa aksi. Dalam situasi ini 10 massa aksi yang tertangkap yaitu Yayan (Repdem), Anto (Repdem), Rico (Repdem), Rido (Repdem), Nursiam (PMII), Abdul Muis (PMII), Rofiudin (PMII), Had Adab (PMII), Saiful Anwar (PMII) dan . Kemudian aparat mendesak massa aksi masuk kampus dengan water canon  dan  tembakan gas air mata. Pada pukul 14.00 Brimob mendobrak pintu kampus, kemudian menyerang massa aksi yang sedang mengkonsolidasikan diri didalam kampus. Brimob menyerang mahasiswa sampai di dalam kelas-kelas, perpustakaan, bahkan didalam toilet juga didobrak dan ditangkap. Penangkapan ini disertai dengan pemukulan beberapa massa aksi hingga kawan heru dari repdem patah kaki, kawan albert sobek pelipis, massa aksi patah tangan, mahasiswa UIN patah tangan dan kepala bocor. Tidak hanya sampai disitu, aparat brimob juga melakukan pelecehan seksual kepada massa aksi dengan menelanjangi massa aksi, didalam kampus kemudian diseret keluar. 

Aksi Bersama: Rakyat Bersatu, Gagalkan Kenaikan Harga BBM!

Kamis, 22 Maret 2012

Pada hari Minggu, 18 Maret 2012 massa dari KPO PRP, Konfederasi KASBI Wilayah Yogyakarta (SPCI, PPW, SBJR dan SP SCE), Resista-JGMK, KAMERAD, Senat FE UAJY, SP PKBI serta KPP melakukan aksi longmarch dari Abu Bakar Ali menuju  Gedung Agung. Aksi tersebut menyerukan “Rakyat Bersatu, Gagalkan Kenaikan Harga BBM”. Aksi juga dihadiri oleh perwakilan dari PRM, Perempuan Mahardika, Pembebasa, SMI dan PPI.

Massa berhenti di depan Gedung DPRD untuk melakukan orasi. Mahendra dari KPO PRP menyampaikan bahwa dengan kenaikan harga BBM lebih merupakan kepentingan asing. Hal ini karena mayoritas seluruh sumber daya minyak bumi dan gas Indonesia dikuasai oleh asing. Penguasaan itu dilindungi oleh Rejim SBY-Boediono. Demikian sejarah mengajarkan bahwa dengan persatuan dan aksi radikal rakyat maka kebijakan anti rakyat dapat dilawan. Oleh karena harus digalang persatuan rakyat, mobilisasi aksi mogok kawasan, blokir jalan, pendudukan pusat-pusat kekuasaan. Namun kesejahteraan sejati hanya bisa didapatkan ketika kekuasaan direbut oleh rakyat. 

Dari Gedung DPRD aksi massa berlanjut menuju Maliobro Mall, di sini dari Konfederasi KASBI mengajak orang-orang yang ada di malioboro,pedagang,tukang becak,orang yang bekerja di toko-toko,dan pejalan kaki untuk ikut bergabung dalam menggagalkan kenaikan harga BBM yang jelas-jelas akan membuat rakyat semakin sengsara. Orasi dari KAMERAD menjelaskan bahwa mahasiswa harus terus bergerak dan berjuang menolak kenaikan harga BBM. Mahasiswa yang berintelektual adalah mahasiswa yang ikut bergabung dalam aksi turun kejalan dan melawan dan menolak setiap ketidakadilan, bukan mahasiswa yang bergelut dengan kampusnya dan kost atau rumah saja.

Setelah dari Maliboro Mall, massa melanjutkan aksinya menuju Pasar Bringharjo. Disini kawan dari PPI dan SP PKBI menjelaskan bahwa dengan ada adanya kenaikan harga BBM, maka harga kebutuhan pokok akan ikut naik. Sehingga rakyat semakin sulit untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka. SP PKBI juga menjelaskan bahwa kenaikan harga BBM akan membuat rakyat semakin susah mendapatkan akses kesehatan  karena biaya kesehatan dan obat-obatan akan semakin meningkat.

Massa aksi melanjutkan perjalan setelah dari pasar Bringharjo menuju Gedung Agung. DIiringi dengan yel-yel: “Rakyat Bersatu, Gagalkan Kenaikan Harga BBM”. Di Gedung Agung orasi bergantian dilakukan dengan menjelaskan berbagai akibat kenaikan harga BBM. Disektor pendidikan jika semua dan bahan pokok naik maka anak-anak mereka tidak mendapatkan asupan gizi untuk belajar disekolah. Apalagi biaya sekolah dan perguruan tinggi setiap tahunnya naik. Orasi dari KPP menjelaskan bahwa kenaikan harga BBM akan berdampak kepada perempuan. Perempuan hingga kini masih ditempatkan sebagai pengatur keuangan rumah tangga. Maka untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari akan menjadi lebih sulit. Hal ini akan berkaitan dengan meningkatnya kekerasan dalam rumah tangga. Aksi berakhir di Gedung Agung dengan pembacaan pernyataan sikap(Lampita)

AYO RAKYAT BERSATU! GAGALKAN KENAIKAN HARGA BBM! BURUH BERKUASA, RAKYAT SEJAHTERA!


PERNYATAAN SIKAP AKSI BERSAMA


KPO PRP, Konfederasi KASBI (SPCI, PPW, SBJR, SP SC Enterprises), RESISTA, KAMERAD, Senat FE UAJY, SP PKBI, KPP


Rejim SBY-Boediono akan mengumumkan rencana kenaikan harga BBM pada tanggal 1 April nanti. Kenaikan dikatakan akan berkisar antara 1.500 hingga 2.000 rupiah. Atau menjadi sekitar 6.000 hingga 6.500 rupiah per liternya. Alasan kenapa harga BBM harus dinaikan adalah alasan usang yang telah digunakan di tahun-tahun sebelumnya. Bahkan juga digunakan oleh Rejim-rejim berkuasa sebelumnya untuk menaikan harga BBM. Alasan tersebut antara lain bahwa terjadi kenaikan harga minyak internasional. Kenaikan harga minyak internasional dikaitkan dengan adanya ketegangan di Timur Tengah terkait ancaman pemerintah Iran untuk menutup Selat Hormuz yang merupakan jalur distribusi minyak terpenting di dunia. 


Namun sebenarnya yang disebut sebagai mengikuti harga minyak internasional adalah mengikuti harga minyak di NYMEX (New York Mercantile Exchange). Dimana di sana hanya 30 persen minyak di dunia diperdagangkan. Sementara harga minyak dunia di sana lebih banyak ditentukan oleh para pejudi atau spekulan internasional yang terus menerus berupaya menaikan harga minyak demi keuntungan pribadi. Bukan berdasarkan atas produksi dan perdagangan minyak riil. Dapat kita bandingkan dengan Negara-negara yang sedikit banyak bisa mengontrol sendiri minyaknya dan tidak serta merta mengikuti harga minyak dunia (baca di NYMEX) seperti di Venezuela yang harga BBM per liternya 585 rupiah, Iran seharga 1.287 rupiah per liter ataupun Nigeria sebesar 1.170 rupiah per liternya. 

Sejatinya Bangsa Indonesia memiliki sedikitnya 329 Blok/Sumber Migas dengan lahan seluas 95 juta hektar (separuh luas daratan Indonesia) dengan cadangan minyak yang diperkirakan mencapai 250 sampai dengan 300 miliar barel (Setara Arab Saudi sebagai produsen minyak terbesar di dunia saat ini) dengan total produksi minyak mentah hari ini mencapai hampir 1 juta barel atau 159 liter per hari. Namun sekitar 70 persen hingga 90 persennya dikuasai oleh perusahaan asing. Demikian yang dijual ke dalam negeripun, di batasi hanya 15 % dari total produksi, itupun pemerintah harus membeli dengan harga Internasional selama 60 bulan padahal minyak di ambil dari tanah kita. 

Terlihat jelas bahwa demi keuntungan pemilik modal tersebutlah maka Rejim SBY-Boediono menimpakan beban ke rakyat Indonesia. Kebijakan yang memiskinkan rakyat Indonesia tersebut semakin jelas terlihat dalam berbagai macam Undang-undang yang ada untuk melegalkan pencurian dan penindasan rakyat Indonesia. Secara khusus dalam hal kebijakan energi, UU No 22 Tahun 2001 tentang Migas yang menyerahkan mekanisme pengelolaan Minyak dan Gas Bumi ke pasar bebas. Serta dipertegas oleh Peraturan Pemerintah No 36 Tahun 2004 tentang Kegiatan Usaha Hilir Minyak dan Gas Bumi. 

Dengan menaikan harga BBM dan sebagai akibatnya pasti terjadi kenaikan harga-harga lainnya. Kenaikan harga barang-barang yang sekarang bahkan sudah dirasakan sebelum BBM benar-benar dinaikan. Kedepannya dapat dipastikan kondisi rakyat akan semakin sengsara akibat kebijakan menaikan harga BBM. Namun hal tersebut pasti terus disembunyikan oleh Rejim SBY-Boediono. Mereka menyatakan bahwa mereka telah mampu mengurangi angka kemiskinan di Indonesia. Hingga pada tahun 2010 penduduk miskin di Indonesia hanya tersisa sekitar 31.023.400 orang atau sekitar 13,33 persen. Namun ternyata standar kemiskinan yang ditetapkan sangat tidak masuk akal yaitu 7.060 rupiah perhari. Nilai itu bahkan tidak akan cukup untuk makan satu hari belum menghitung kebutuhan pakaian ataupun tempat tinggal. Jika kemudian standar dinaikan menjadi 7.800 rupiah perhari, yang sebenarnya juga tidak mencukupi, maka didapatkan angka penduduk miskin pada tahun 2010 mencapai 43,1 juta orang. Sementara jika mengikuti standar 2 dollar atau sekitar 18 ribu rupiah sehari maka didapatkan data penduduk miskin adalah sekitar 50,6 persen atau 121,4 juta orang. Kondisi ini merupakan yang terburuk di Asia Tenggara dan dalam jangka waktu 37 tahun terakhir. 

Kondisi tersebut jauh berbeda dengan kondisi para elit politik sekarang yang berkuasa. Mereka yang mempertahankan kekuasaannya dengan mencuri (baca korupsi) kekayaan bangsa ataupun hasil kerja klas buruh. Lihat saja bagaimana saat terjadi krisis ekonomi maka yang dilakukan oleh pemerintah justru memberikan uang kepada para pemilik modal (khususnya pemilik bank) dalam bentuk bailout hingga ratusan triliun rupiah. Uang yang sebagian besar dibawa lari atau dalam kasus terakhir, Bank Century, uang bailout tersebut diduga digunakan untuk memenangkan pemilu 2009 kemarin. Sementara itu sekarang kekayaan 40 orang terkaya di Indonesia, sekitar 680 triliun rupiah, setara dengan jumlah harta 60 juta rakyat termiskin di Indonesia.
Rakyat yang sudah jatuh miskin, kemudian akan dibodohi lagi dengan kebijakan Bantuan Langsung Sementara sebesar Rp. 150.000 selama 9 bulan. Program Bantuan Langsung ini fakta di masa sebelumnya nyata-nyata tidak mampu mengentaskan rakyat dari penderitaannya karena kenaikan harga-harga. Bantuan langsung ini juga membuat rakyat menjadi pengemis, sama sekali tidak mendidik dan memanusiakan rakyat. Dan justru menghasilkan konflik horizontal antar sesama rakyat. Itu memang yang diinginkan oleh Rejim SBY-Boediono agar rakyat saling terpecah belah sehingga tidak memiliki kekuatan untuk melawan kebijakan-kebijakan yang memiskinkannya. Yang dibutuhkan oleh rakyat adalah lapangan kerja seluas-luasnya, pendidikan dan kesehatan gratis serta upah dan kerja yang layak.

Oleh karena itu kami menyatakan dengan tegas MENOLAK KENAIKAN HARGA BBM dan kami menyerukan seluruh rakyat untuk bersatu MENGGAGALKAN KENAIKAN HARGA BBM. Selama satu dekade lebih ini kita telah belajar bahwa jangankan kebijakan pemerintah bahkan sebuah Rejim Militer, yaitu Rejim Soeharto dapat digulingkan oleh kekuatan rakyat. Terakhir kita belajar dari persatuan kaum buruh di Tangerang dan Bekasi bahwa dengan persatuan mereka dan dengan aksi-aksi radikal mereka dalam bentuk mogok kawasan, blokade jalan dan menduduki pusat-pusat kekuasaan maka kenaikan upah yang dituntut dapat dicapai. 

Apa kemudian yang harus dilakukan Rakyat untuk mengagalkan kenaikan harga BBM?
1.   Untuk ibu-ibu, bapak-bapak, pemuda-pemudi dan seluruh warga kampung, buatlah komite-komite kampung dan posko pembatalan kenaikan BBM (Misal, “Komite Rakyat Malioboro Menolak Kenaikan Harga BBM”) sebagai alat perjuangan. Demikian juga ajaklah semua warga di lingkungan sekitar untuk diskusi, rapat, mimbar bebas dan pawai/orasi keliling kampung agar semua warga kampung tahu. Dan jangan lupa mengundang wartawan agar aktivitas warga dapat diketahui oleh masyarakat luas sehingga mereka juga mau membuat komite dan posko.

2.   Untuk para buruh/ pekerja, sopir taksi, TransJogja, angkot, becak dan bis kota, bangunlah serikat-serikat buruh atau jika sudah ada serikat buruh maka doronglah serikat buruh anda untuk melakukan aksi-aksi pembatalan kenaikan harga BBM di kawasan industri, di kampung/pemukiman buruh di sekitar pabrik atau perusahaan. 

3.  Untuk kawan-kawan Mahasiswa dan Pelajar, saatnya membentuk komite kampus/komite pelajar, bentuk posko-posko pembatalan kenaikan harga BBM di kampus/sekolah. Lakukan aktivitas kampanye dan mobilisasi seperti diskusi, media kampanye (selebaran, pamflet, spanduk, poster, dll),  mimbar bebas, aksi massa (demonstrasi). Lakukan aksi-aksi di kampus untuk memanaskan isu dan memobilisasi kawan-kawan mahasiswa. Selain itu juga, ajak warga kampung di sekitar kampus untuk diskusi dan membentuk posko.

Seluruh potensi perlawanan rakyat terhadap rencana kenaikan BBM harus kemudian terus dipersatukan. Perlawanan di kampung-kampung, di pabrik-pabrik, di kampus-kampus di seluruh sudut kota dan desa harus dimuarakan dalam satu kekuatan perlawanan besar. Hanya dengan perlawanan besar tersebut lah maka rencana kenaikan harga BBM dapat dibatalkan. Perlawanan tersebut harus mengambil metode mogok kerja di pabrik-pabrik hingga kawasan-kawasan industri, pemblokiran jalan-jalan utama hingga jalan tol, menghentikan proses produksi dan distribusi ekonomi hingga MOGOK NASIONAL dan MENDUDUKI PUSAT-PUSAT KEKUASAAN. 

Ketika kenaikan harga BBM mampu dibatalkan oleh rakyat maka itu menunjukan bahwa rakyat semakin mampu untuk mengontrol jalannya pengaturan ekonomi bangsa ini. Pun demikian selama kekuasaan politik dan ekonomi masih berada di tangan para elit-elit politik yang ada maka pencurian terhadap sumber daya alam Indonesia akan terus terjadi. Seperti yang sudah-sudah terjadi mereka akan berpura-pura mendukung tuntutan rakyat hanya demi memenangkan kekuasaan dalam Pemilu 2014. Tapi setelah kekuasaan berada di tangan mereka maka rakyat akan ditinggalkan. Lihat saja fakta bahwa kenaikan harga BBM bukan saja terjadi dalam Rejim SBY-Boediono tapi juga dalam rejim-rejim yang sebelumnya berkuasa. Yang kesemuanya lebih mementingkan modal dan para pemilik modal ketimbang rakyat Indonesia.

Ketika klas buruh dan rakyat berkuasa maka dimungkinkan dijalankannya program-program untuk memajukan kesejahteraan dan keadilan seperti:
  1. Menasionalisasi seluruh Industri Energi dan Tambang asing di bawah kontrol buruh. Sehingga seluruh sumber daya alam dapat digunakan untuk kesejahteraan rakyat.
  2. Penghapusan Hutang Luar Negeri. Yang tidak pernah digunakan untuk kesejahteraan rakyat namun dikorupsi oleh para elit politik sejak Rejim Soeharto berkuasa.
  3. Menyelenggarakan Pendidikan Gratis, Ilmiah, Demokratis, Feminis dan Kerakyatan.
  4. Menyediakan Kesehatan Gratis dan Berkualitas untuk Rakyat.
  5. Menangkap, mengadili, memenjarakan serta menyita Aset-aset Koruptor.
  6. Industrialisasi Nasional di bawah kontrol Rakyat. Untuk membuka lapangan pekerja dan membangun pondasi perekonomian dan kesejahteraan rakyat.
  7. Upah Layak Nasional kepada setiap buruh di semua sektor dan bidang kerja.
Semakin lama rakyat berdiam diri bukan berarti kemiskinan, ketidakadilan dan penindasan akan berhenti. Tapi seperti kita lihat dalam hidup sehari-hari bahwa penindasan tersebut akan semakin menumpuk dan memiskinkan rakyat. Hanya ketika kekuasaan politik dan ekonomi berada ditangan klas buruh dan rakyat Indonesia maka kesejahteraan dan keadilan yang selalu diidam-idamkan dalam benak setiap rakyat dapat terwujud. Kekuasaan Rakyat tersebut hanya dapat dicapai ketika rakyat mulai terorganisir dan melakukan perlawanan untuk berkuasa. Untuk kemudian menentukan arah politik dan ekonomi bangsa ini.

Yogyakarta, 18 Maret 2012
Koordinator Aksi


Arsih Suharsih, S.IP