Pernyataan Sikap Koalisi Nasional Untuk Keadilan Rakyat (KONTRA)

Sabtu, 07 April 2012

PMII, GMKI, KPO PRP, SERGAP-JGMK, FKSP 

Mengutuk Sikap Arogan dan Kekerasan yang dilakukan oleh Aparat Kepolisian Resort (Polres) Polewali Mandar dalam Menangani Kasus Demonstrasi Mahasiswa (KONTRA) Menolak Kenaikan Harga BBM Di Kantor DPRD Polewali Mandar 16 Maret 2012 lalu


Kasus kekerasan dan Penganiayaan yang dilakukan oleh Aparat Kepolisian Resort (Polres) Polman terhadap Mahasiswa Koalisi Nasional Untuk Keadilan Rakyat (KONTRA/PMII, GMKI, PRP) pada  Aksi Mahasiswa KONTRA pada hari Jumat tanggal 16 Maret 2012 di Kantor DPRD Polman semakin menunjukkan arogansi dan ketidakbecusan serta ketidakprofesionalan Aparat Kepolisian Resort (Polres) Polman dalam menangani dan mengamankan setiap aksi atau tindakan yang dilakukan oleh mahasiswa atau rakyat.

Beberapa hal tersebut menjadi indikasi bahwa Polisi yang kita anggap Pengayom Masyarakat yang seharusnya memberikan contoh yang baik kepada masyarakat dalam menjaga ketertiban maupun keamanan masyarakat sipil, justru disikapi dengan kekerasan dan penganiayaan. Sikap dan mentalitas seperti itu bukanlah Sikap maupun Mental Ideal Aparat yang diinginkan bangsa ini, Aparat yang kita harapkan dapat menjaga rakyatnya, memberikan contoh yang baik, serta memjaga keamanan dan ketertiban sesuai prosedur hukum yang telah ditetapkan di negara ini.

Fakta ketidakbecusan dan ketidakprofesionalan aparat Polres Polman dalam mengamankan dan menertibkan aksi yang dilakukan oleh mahasiswa maupun rakyat dapat dilihat dari beberapa tindakan pengamanan seperti kasus sengketa kewenangan Pengamanan PT ISCO dimana Aparat Polres Polman menyerang Pamong Praja (6 Januari 2011). Selain itu, Pada 13 Januari 2011 kasus Pelanggaran HAM Serius (KOMNASHAM) yang dilakukan oleh Aparat Polres Polman dalam megamankan kasus eksekusi Kampus Unasman yang mengakibatkan 3 mahasiswa tertembak dan tewasnya sofyan dosen Unaman (Pelanggaran Protap).

Dan terakhir kasus kekerasan dan penganiayaan terhadap mahasiswa yang melakukan demonstrasi menolak kenaikan BBM di Kantor DPRD Polewali Mandar pada 16 Maret 2012 lalu yang mengakibatkan bebeapa mahasiswa babak belur dan 1 orang terluka di bagian dahi kanan sehingga membutuhkan 5 Jahitan saat mendapat perawatan di RSUD Polewali Mandar.

Dengan Fakta ketidakmampuan dan Ketidakprofesionalan Aparat Kepolisian dalam menangani dan mengamankan beberapa aksi dari mahasiswa dan rakyat sehingga berujung pada kekerasan dan penganiayaan tersebut, maka kami menyatakan ;
1. Mengutuk keras sikap arogansi dan kekerasan yang dilakukan oleh Aparat Polres Polman dalam menangani dan mengamankan aksi yang dilakukan oleh mahasiswa maupun rakyat, termasuk kasus kekerasan dan penganiayaan yang dilakukan oleh Aparat Polrer Polman pada tanggal 15 Maret 2012 lalu yang mengakibatkan beberapa mahasiswa luka memar dan robek di bagian pelipis kanan dan mendapat 5 Jahitan.

2. Mendesak Kepada KAPOLRI dan KAPOLDA agar mereformasi dan merestrukturisasi Intitusi Kepolisan yang ada di Polewali Mandar agar lebih memiliki Sense Of Morality and Humanity dalam menangani dan mengamankan setiap aksi dari mahasiswa dan Masyarakat.

3. Menghimbau kepada seluruh stakeholder (Pemerintah, DPRD, LSM/ ORMAS, Institusi Pendidikan/Perguruan Tinggi (PT)) agar menyerukan dan menyatakan sikap menolak segala Bentuk Arogansi dan Tindak Kekerasan sebagai jalan dalam mengamankan dan menertibkan setiap aksi maupun pernyataan pendapat yang dilakukan oleh mahasiswa maupun rakyat yang dilakukan oleh Aparat Kepolisian di manapun berada.


Polewali, 18 Maret 2012

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar